Surat Pengunduran Diri.

Sehubungan dengan adanya kontroversi dan konflik kepentingan terkait penerapan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 10 Tahun 2021, tentang perubahan atas Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik Lingkup Privat;

Saya memutuskan untuk berhenti dan mengurungkan seluruh niat untuk membangun aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan koneksi Internet, alias online-first. Iya, ini semua termasuk aplikasi-aplikasi superapp dan penengah*, yang kerap mengklaim dirinya sebagai penggerak perekonomian bangsa dan juga yang selalu disponsori besar-besaran oleh pemerintah melalui Gerakan 1000 Startup Digital.

Gojek yang juga mengklaim dirinya sebagai aplikasi penengah.

Dalam kasus ini, proyek ASEAN Entrepreneurship Profiling (AEP Mobile) akan menjadi proyek terakhir saya dalam mengembangkan aplikasi berbasis jaringan Internet. Setelah itu, jika kondisi regulasi Internet dan ruang siber Indonesia masih memburuk, saya tetap akan mengurungkan seluruh niat sampai waktu yang tidak ditentukan.

Beberapa aplikasi penengah yang disponsori oleh Gerakan 1000 Startup Digital Indonesia.

Saya akan kembali fokus memproduksi buah di kebun yang lama, salah satu kebun yang sudah ditinggalkan masyarakat demi kebun yang terlihat menghasilkan lebih banyak buah, berkat pupuk viral dan pupuk ternama dari para pengiklan dan modal ventura.

Poundland! Everything’s £1!!! (Edward Hands, CC BY-SA 4.0)

Saya akan tetap berjuang mewujudkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang lebih baik bagi Indonesia, namun dengan cara konvensional yang kini sebenarnya sudah tidak konvensional lagi. Hampir setiap aplikasi unggulan karya anak bangsa yang dirilis sejak 5 tahun terakhir selalu menyematkan fitur-fitur wajib seperti sign up dan log in (SULI), karena itu mereka sudah menjadi hal yang sangat konvensional bagi mata dan diri saya sendiri.

Salah satu kampanye promosi buah hasil ladang lama yang konon dikatakan konvensional.

Dan satu lagi, saya tetap memutuskan untuk menolak Web3 dan mencari alternatif solusi yang lebih baik, seperti Web0. Saya sangat ingin agar setiap produk dan inovasi yang akan saya kembangkan selama 2 tahun ke depan dapat dinikmati oleh siapapun, tanpa perlu khawatir akan gejolak kurs asing dan memahami jargon-jargon kriptografi yang cukup banyak. Toh Alice awalnya cuman mau kirim pesan aja ke si Bob, ga mikirin tentang konsensus, EVM, PoW, dan PoS…

Akhir kata, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala penawaran dan kesempatan kerjasama yang telah Anda dan kalian semua berikan sejak 3 tahun terakhir. Namun, sebagai Anak IT pertama di Indonesia saya kini harus berhadapan dengan misi-misi dan masalah-masalah baru di Indonesia.

Indomaret Villa Bintaro Regency (VulcanSphere, CC BY 4.0)

*Aplikasi penengah adalah aplikasi yang berambisi untuk menjadi penegah bagi kehidupan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Misalnya Tiket.com dan Traveloka yang ingin menjadi penengah segala keinginan perjalanan dan pariwisata, PeduliLindungi yang merupakan penengah kontrol sosial masyarakat selama pandemi dan seterusnya, HappyFresh dan Segari yang ingin menjadi penengah kebutuhan belanja bahan pokok masyarakat, dan Octopus yang berambisi menjadi penengah solusi pengolahan sampah di Indonesia.

Koperasi Indiehacker Indonesia: Sebuah Proposal

Saya sebelumnya mengumumkan untuk mendirikan perusahaan baru bernama (#_ ). (#_ ) adalah perusahaan Indonesia pertama yang hanya terdiri atas satu manusia dan robot sebagai mayoritas pekerja. Tentunya, masih banyak orang yang menertawakan pengumuman saya:

  • Masa nama perusahaannya (#_ )?
  • \(#_ )/
  • Kebanyakan main Cyberpunk 2077 dan Universal Paperclips ya?
  • Kalau pendirian PT kan minimum 2 orang (kecuali Perseroan Perseorangan per omnibus law), emang yakin bisa tahan sendiri?
  • Pemisahan modal pribadi dan usaha bagaimana nih?

Dan ternyata, saya tak sendirian. Ada juga beberapa indiehacker di Indonesia yang sama-sama memiliki keinginan untuk mendirikan perusahaan sendiri, termasuk salah seorang pengguna di situs forum Pembangun.net:

Kenapa saya tanya begini? Karena ada beberapa hipotesis (tanpa dasar valid) dari saya:

+ Orang Indonesia cenderung susah keluar uang untuk layanan online (meskipun 3-4 tahun belakangan, nggak juga sih).

+ Orang Indonesia (mungkin) kurang percaya kepada sebuah layanan tanpa badan hukum yang sah (PT, CV) apalagi jika layanan tersebut menyasar ke pengguna di area bisnis.

Aji Pratama (@atamasite)

Karena itu, dengan ini saya menawarkan untuk membangun dan mempelopori sebuah koperasi yang menaungi berbagai indiehacker di Indonesia, termasuk mereka yang baru saja ingin belajar mengembangkan layanan dan aplikasi di masa mudanya.

Ya. Koperasi.

Mengapa koperasi?

Sebelum saya lanjut, saya yakin Anda masih melihat betapa banyaknya koperasi di Indonesia yang berujung di tempat-tempat seperti ini:

Sumber: http://kopsms.blogspot.com/
Sumber: http://ajengaf.blogspot.com/2013/10/beberapa-koperasi-yang-ada-di-bogor-dan.html
Sumber: https://blog.indonetwork.co.id/hingga-2017-jumlah-koperasi-dan-umkm-di-surabaya-tumbuh-pesat/

Ya, ujung-ujungnya jualan di pasar, kios, pujasera (food court), dan sebagainya. Ada pula koperasi yang menyediakan toko sendiri seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa UNESA ini:

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/pzimr5370/geliat-kopma-menangkap-peluang-tren-digital

Ya, toko-toko dan food court tersebutlah yang menjadi salah satu inspirasi di balik konsep koperasi indiehacker ini. Mereka bahkan sama-sama menggunakan infrastruktur (misal: tempat dagang, mesin EDC, rekening QRIS) yang sama untuk maju bersama.

Sekarang, bagaimana jika kita dapat membangun sebuah komunitas usaha yang memiliki fasilitas:

  • Lisensi Apple Developer Account untuk publikasi aplikasi ke App Store?
  • Penyewaan perangkat komputer untuk pengembangan aplikasi, CI/CD, bahkan menjalankan SaaS yang Anda bangun?
  • Integrasi payment gateway bersama sehingga Anda tidak perlu lagi untuk menunggu pendaftaran payment gateway untuk memonetisasi SaaS dan aplikasi Anda?
  • Pendanaan untuk keberlangsungan proyek open source Anda, seperti apa yang telah saya lakukan dalam HAM (tema wiki berbasis Jekyll)?

Dan di mana anggotanya dapat lebih berfokus mengembangkan produk-produk baru tanpa harus selalu berurusan dengan urusan legal termasuk pendirian perusahaan, pemisahan modal, sertifikasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kominfo, perpajakan, dan sebagainya.


Jika Anda tertarik untuk bergabung atau bertanya-tanya tentang konsep koperasi ini, Anda dapat menghubungi saya via Twitter (@reinhart1010) atau via email ke reinhart@reinhart1010.id.

Saya optimis gerakan ini dapat membawa perubahan dalam industri aplikasi, SaaS, koperasi, dan bahkan UMKM di Indonesia. Di saat banyak perusahaan besar mendirikan solusi SaaS bagi para UMKM, kita mempelopori gerakan UMKM yang bergerak dalam bidang SaaS. Apalagi, jika kita sama-sama lebih berfokus untuk keberlangsungan aplikasi dan layanan yang kita kembangkan daripada sekadar menghasilkan uang yang banyak.

Perubahan jam tidur.

Mulai hari ini saya akan menerapkan jadwal tidur biphasic pada pukul:

  • Malam: 22:00 – 02:00 WIB
  • Siang:
    • Opsi A: 07:00 – 11:00 WIB
    • Opsi B: 13:00 – 17:00 WIB

Ya, jadwal tidur tersebut tidaklah normal. Namun, saya tidak punya pilihan lain selain memanfaatkan jam-jam tidur saya sebelumnya untuk bekerja secara efektif.

Jadwal di atas sudah disesuaikan untuk menghormati periode-periode waktu ini:

  1. 00:00 – 01:00 Periode detoksinasi tubuh paling intensif selama waktu tidur
  2. 08:30 – 11:00 Ibadah Gereja (Minggu)
  3. 11:00 – 12:00 Pembersihan kamar tidur (Senin, Rabu, Jumat)
  4. 17:00 – 19:00 Ibadah Gereja (Sabtu)
  5. 19:00 – 21:00 Monitoring and Evaluation Enrichment Program
  6. 20:00 – 22:00 Sesi Connect Group (CG) / komunitas sel (Jumat)

Sebagai konsekuensi saya sudah tak lagi dapat melakukan kerja pukul 9-5 seperti biasanya. Namun bagi saya hal tersebut tidak terlalu penting.

Yang paling penting di sini adalah menghindari banyaknya potensi distraction yang disebabkan oleh faktor eksternal, termasuk:

  • Kelaparan karena makanan siang telat dipesan via GoFood/GrabFood
  • Sesi video conference perkuliahan adik saya
  • Bentakan berkali-kali dari anggota keluarga tentang suatu hal, sehingga saya tak dapat berkonsentrasi menyelesaikan salah satu Ujian Akhir Semester (UAS) lalu.

Saya tahu bahwa hal-hal tersebut tidak akan selalu muncul pada pukul 2 subuh hingga pukul 5 pagi. Dan jam-jam sunyi tersebutlah yang saya selalu haus dan butuhkan akhir-akhir ini, mengingat bahwa saya sekaligus berkuliah sambil bekerja di industri yang sama.


Saya berharap agar jadwal tidur dan kerja tersebut dapat saya lakukan secara konsisten hingga kelulusan saya. Demi produktivitas dan kebaikan kita bersama. Terima kasih dan sampai jumpa.

Sebuah review teknikal tentang Leslar Metaverse.

Kali ini saya akan membahas Leslar Metaverse, salah satu proyek token mata uang kripto dan metaverse yang sedang dikembangkan oleh para artis di Indonesia. Awalnya saya hanya ingin membahas tentang ASIX token, atau lebih tepatnya ASÎX, tapi nama “metaverse” yang disematkan di dalam Leslar Metaverse ini sudah cukup membuat saya ngakak.

1. Whitepaper yang bukan Whitepaper.

Si “whitepaper” yang ditunjukkan oleh proyek Leslar Metaverse ini ternyata bukanlah sebuah “kertas putih”, tapi slideshow Canva yang bisa diakses di sini.

Menurut saya, “whitepaper” yang satu ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan whitepaper resmi dari Bitcoin, Ethereum, Polygon, dan sebagainya. Selain karena warna latar belakang sang whitepaper yang tidak berwarna cerah, whitepaper dari Leslar Metaverse tidak mengidentifikasi masalah-masalah saat ini yang akan dituntaskan dalam proyek tersebut.

Whitepaper resmi Bitcoin menyatakan bahwa Bitcoin ingin menyelesaikan masalah yang sering dihadapi dalam dunia pembayaran online, yaitu karena adanya pihak penengah atau pihak ketiga (misal: GPN, Visa, Mastercard, atau payment gateway) yang selalu memfasilitasi setiap transaksi di dalamnya. Sedangkan, Ethereum dirancang dengan konsep bahwa blockchain tidak hanya dapat dijadikan sebagai ledger besar untuk menyimpan transaksi moneter layaknya Bitcoin, dan blockchain milik Ethereum juga dapat dipakai untuk menyimpan berbagai data, termasuk custom token seperti token $LESLAR yang dirancang saat ini, serta NFT dan smart contract.

Tapi, masalah-masalah apa yang ingin diselesaikan oleh proyek Leslar Metaverse ini? Sang whitepaper menyatakan bahwa mereka juga berinisiatif untuk mendukung para bayi terlantar untuk pendidikannya. Saya yakin ada banyak perusahaan, organisasi, artis, dan individu yang sudah berhasil mewujudkannya, tanpa merilis koin, NFT, dan metaverse baru. Cukup pakai Rupiah dan fasilitas dunia nyata yang sudah ada saat ini, seperti situs Kitabisa.com.

Semua ini bisa dilakukan tanpa token presale.

Selain itu, Leslar Metaverse juga menyatakan mereka berambisi untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia terhadap dunia digital. Mohon maaf, jika Anda ingin melakukannya, Anda sebaiknya berpartisipasi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia, seperti program Pandu Digital dan Siberkreasi ala pemerintah. Bukan merilis $LESLAR atau Leslar Metaverse dan mempromosikannya dengan the power of emak-emak.

2. Hanya akan ada 8.888 fans Leslar sejati di dunia ini.

Leslar Metaverse juga mengenal istilah Leslarian. Namun, istilah tersebut berbeda dengan istilah Leslar Lovers bagi para fans Lesti dan Bilar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Sekedar informasi, Leslarian ini akan dirilis sebagai sebuah koleksi NFT dengan total 8.888 karakter unik yang akan dirilis dan diperjualbelikan.

Jika memang sang “metaverse” yang digadang-gadangkan oleh Leslar Metaverse ini sudah siap untuk dilihat dan dikunjungi, saya yakin bahwa Leslarian akan menjadi koleksi yang sangat langka bagi Indonesia dan dunia. Karena NFT tersebut dapat didagangkan sebagai pengakuan dari Leslar Metaverse (dan bahkan Leslar Entertainment juga) terhadap setiap Leslar Lovers sebagai fans resmi yang berhak untuk menikmati apa saja yang Leslar Metaverse tawarkan.

3. Bukan DAO. Tapi monarki digital.

Pengembangan metaverse yang terintegrasi dengan blockchain kini juga mengenal istilah bernama DAO, singkatan dari decentralized autonomous organization alias organisasi otonom yang terdesentralisasi. Artinya, DAO adalah sebuah organisasi digital yang dikelola secara otomatis, serta kepemilikan dan kepengurusan DAO tersebut dapat berubah-ubah sesuai dengan sistem dan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan whitepaper resmi, Leslar Metaverse bukanlah merupakan sebuah DAO. Melainkan sebuah monarki digital di mana Bilar-lah yang menjadi raja dan Lesti menjadi ratu di dalam dunia digital yang mereka kembangkan. Lagian, Leslar Metaverse juga melabel dirinya sebagai perusahaan, bukan organisasi.

Jika Leslar Metaverse benar-benar merupakan sebuah monarki, dengan 8.888 Leslarian yang diakui sebagai warga negara tersebut, Leslar Metaverse bisa saja bergabung dalam proyek Bitnation untuk membuat sebuah negara dan kerajaan digital yang terpisah dari bangsa dan Republik Indonesia, dimana Leslar Kingdom mengakui $LESLAR sebagai alat pembayaran yang sah. Sayangnya, demografik kerajaan ini tidak dapat diukur karena populasinya sangat stagnan, yaitu delapan ribu delapan ratus delapan puluh delapan Leslarian, sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Dasar milik mereka.

4. Ini Leslar Universe. Bukan Leslar Metaverse.

Proyek “metaverse” yang dikembangkan oleh Leslar Metaverse sama sekali tidak menjelaskan apakah mereka akan tetap menghormati hak-hak asasi pengguna metaverse yang sesungguhnya. Salah satu dari hak tersebut adalah hak untuk berkreasi dan membuat dunia sendiri di dalam metaverse tersebut.

Dalam metaverse, “ruang” (misalnya kamar atau rumah) dan “dunia” memiliki perbedaan yang cukup signifikan, sehingga jika Leslar Metaverse hanya memperbolehkan para penggunanya untuk memiliki ruang sendiri, namun harus berada di dalam dunia yang sama (misal: Leslar City), Leslar Metaverse kemudian tidak dapat disebut sebagai proyek metaverse secara sah menurut hukum ruang siber yang berlaku.

5. Siapakah developernya?

Kami juga menanyakan apakah ada developer asli di balik proyek Leslar Metaverse. Khususnya dalam tim pemgembang aset, game developer, moderator metaverse, dan sebagainya. Dan berdasarkan riset kami dalam mengembangkan ExpoSURE, kami yakin bahwa proyek metaverse seperti ini hanya bisa disukseskan melalui game studio dengan sumber daya yang memadai seperti Agate Studio dan WIR Group.

Sedangkan, sang “monarki digital” Leslar Metaverse ini memiliki segenap “tim profesional” dengan nama-nama yang cukup generik: Reza, Anthonius, Kevin, Hanson, dan Wilson. Saya saat ini mengenal belasan orang dengan nama “Kevin”, karena itu saya tidak tahu Kevin atau Kevin yang mana yang merupakan Kevin yang Kevin sebagai Kevin di balik Leslar Metaverse ini.

Kevin yang Tertukar

…kecuali Rudy Salim sebagai “Elite President”. Dengan hobinya dalam dunia otomotif dan pembelian Cilegon United FC dalam portfolio bisnisnya, kembali lagi saya tidak melihat tanda-tanda bahwa salah satu di balik “tim profesional” Leslar Metaverse memiliki latar belakang di dalam pengembangan dunia virtual dan video game.

Selain itu, pihak Leslar Metaverse juga memprioritaskan pengembangan metaverse yang sesungguhnya pada fase terakhir, sedangkan agenda untuk fase-fase sebelumnya sebagian besar diisi dengan propaganda koin $LESLAR dan NFT Leslarian.

Apakah itu berarti mereka memang sedang mencari SDM untuk mengembangkan metaverse yang diidam-idamkan, atau hanya ingin memperlambat pengembangan metaverse tersebut sehingga agenda terselubung dapat mereka jalankan di tengah-tengah perjalanan?

Kesimpulan

Berdasarkan berbagai fakta di atas saya melihat bahwa Leslar Metaverse kini lebih berfokus dalam menjual aset kripto daripada mengembangkan metaverse sesuai visi mereka. Padahal, metaverse lain seperti VRChat, Roblox dan Minecraft kini dapat dinikmati oleh siapapun tanpa perlu pergi ke Indodax atau Tokocrypto dan membeli NFT “Ghozali Everyday”.

Saat ini saya tidak bisa berkomentar apakah Leslar Metaverse adalah penipuan atau tidak, tapi dengan struktur monarki yang mereka terapkan saya yakin proyek “metaverse artis” seperti ini dapat mengalami kesalahan fatal sesuai dengan keputusan dari kerajaannya. Coba kita lihat apakah yang akan dilakukan King Bilar dan Queen Lesti dalam pengembangan Leslar Metaverse nanti.

Update 25 Februari 2022

Beberapa hari sebelum artikel ini dirilis, saya cukup dikagetkan dengan headline ini:

https://www.vice.com/en/article/wxd4w5/web3-developers-have-discovered-a-functioning-metaverse-its-minecraft

Nah, hayo lo, Leslar Metaverse, kenapa harus bikin metaverse lagi kalau Minecraft juga sudah dipilih sama beberapa proyek Web3?

grebek salah satu iklan vscode;

oh hai semua! hari ini gw bakal review extension vscode yang satu ini:

hah, kok iklan slot judi ya?

btw, extension vscode yang satu ini punya identifier slot-online-terpercaya.slot-terbaik-indonesia-2022; dan biar aman kita bakal grebek source code extensionnya!

pertama-tama, situs Visual Studio Marketplace tetep bakal nyuruh kalian buka vscode untuk download extensionnya; tapi gw pingin download file .vsix nya saja;

tapi untungnya WAKTU ITU kita bisa wget https://slot-online-terpercaya.gallery.vsassets.io/_apis/public/gallery/publisher/slot-online-terpercaya/extension/slot-terbaik-indonesia-2022/0.0.1/assetbyname/Microsoft.VisualStudio.Services.VSIXPackage buat download packagenya secara langsung; kita rename filenya jadi judi.zip dan diekstrak seperti biasa;

ini adalah isi dari extension/extension.js nya yang gw mau!

// The module 'vscode' contains the VS Code extensibility API // Import the module and reference it with the alias vscode in your code below const vscode = require('vscode'); // this method is called when your extension is activated // your extension is activated the very first time the command is executed /** * @param {vscode.ExtensionContext} context */ function activate(context) { // Use the console to output diagnostic information (console.log) and errors (console.error) // This line of code will only be executed once when your extension is activated console.log('Congratulations, your extension "slot-olympus" is now active!'); // The command has been defined in the package.json file // Now provide the implementation of the command with registerCommand // The commandId parameter must match the command field in package.json let disposable = vscode.commands.registerCommand('slot-olympus.duta', function () { // The code you place here will be executed every time your command is executed // Display a message box to the user vscode.window.showInformationMessage('Hello World from Bocoran Trik Slot Gacor Olympus Gampang Jackpot, Slot4D.!'); }); context.subscriptions.push(disposable); } // this method is called when your extension is deactivated function deactivate() {} module.exports = { activate, deactivate }
Code language: JavaScript (javascript)

ya, dari sini kita bisa bilang ini cuman extension dummy; mereka cuman ngandalin README.md biar bisa ngiklanin diri di Visual Studio Marketplace;

review palsu pengguna

seperti biasa ada juga beberapa user yang naruh testimoni di sana;

kok bisa ngerambah ke vscode ya?

pertama-tama, gw yakin yang bikin iklan ini adalah orang/developer di balik situs-situs judi tersebut; karena untuk bisa bikin extension di vscode kalian harus mahir pakai javascript dan nodejs;

yah, seandainya kalau extension ini dipublish langsung di GitHub, kita bisa follow si developer websitenya; salam kenal, btw;

oke sekian grebek extension hari ini; eh katanya masih ada banyak iklan judi online lagi ya!?

Akhir sebuah jaman.

Semester 5 telah menjadi salah satu masa tersulit dalam perkuliahan saya. Dimulai dengan mental breakdown, lalu akhirnya bisa part-time rutin. Salah satu teman lama saya akhirnya masuk LINE TODAY, saya serah-terima jabatan manajer Web Development di HIMTI BINUS ke adik tingkat, sebelum gelisah masalah Enrichment Program saya, berurusan dengan kelompok-kelompok bermasalah dan akhirnya positif COVID-19.

Semester 5 ini juga menjadi momen di mana saya berhasil membuat beberapa mahasiswa bertobat. Ya, bertobat dari mindset bahwa “saya cuman perlu untuk mengikuti materi-materi kelas saja”, karena di dunia kerja kenyataannya tak begitu. Salah satu teman saya menceritakan pengalaman bahwa proses wawancara untuk magang (sebagai bagian dari Enrichment Program / 3+1 BINUS University) cukup menantang karena sang pewawancara menanyakan tentang keahliannya dalam Git, sesuatu yang sama sekali tidak diajarkan di dalam mata kuliah apapun di dalam program studi Teknik Informatika di BINUS.

Ironisnya, saya telah mengadvokasi mahasiswa Teknik Informatika untuk “belajar di luar kelas”, misalnya Git dan Python, bahkan sejak masa orientasi mahasiswa. Sekedar informasi, tugas-tugas part-time saya ini juga cukup campur aduk, dari bikin aplikasi Next.js ke server Python/Flask dan kini ke Dart/Flutter. Semua ini saya pelajari tanpa mengikuti materi-materi dari mata kuliah yang ada.

Dan Semester 5 juga merupakan akhir penderitaan saya dari dua “penyakit” utama yang sering ada di dalam tugas kelompok:

  1. Anggota kelompok yang tidak aktif dan malah ghosting
  2. “Saya cuman ngikutin materi dari BINUS”, karena itu saya cukup kecewa kelompok kita tidak bisa selangkah lebih depan daripada kelompok-kelompok lain.

Penderitaan saya lebih berat daripada kamu, nak.

Hari terakhir Ujian Akhir Semester, saya juga dikagetkan sama salah satu tweet menfess berikut ini:

Gue anak 21, ga nyangka ternyata kuliah itu seburuk itu untuk mental health, semester 1 kemarin gue udah dihujanin materi sama tugas yang bener2 banyak, akibatnya waktu gue untuk healing sama self reward jadi kurang banget. Yang tadinya gw masih bisa nonton netflix sama chat2an sama bestie sekarang jadi susah banget.

Gue kayaknya belum siap kuliah deh. Gue udh ngomong ke ortu kalau gue mau cuti dulu semester ini. Gw mau fokus healing selama 6 bulan ini. Tapi ortu gue malah ga setuju. Bahkan gue dibilang manja.

Gue bingung mau gimana takutnya kalau paksain ipk ku malah tambah anjlok. Gue juga susah komunikasiin ini ke ortu karena mereka ga aware soal mentalh health kayak gue. Gue mesti gmn 😭

https://twitter.com/collegemenfess/status/1492496530804121606

Saya sendiri yakin bahwa program studi atau jurusan yang dia pilih agak dipaksakan dan kurang sesuai hati. Ya, maklum, kenyataannya Teknik Informatika BINUS yang sering didamba-dambakan setiap orang Indo itulah jadi salah satu jurusan BINUS dengan banyak mahasiswa yang akhirnya merasa salah jurusan. Salah satu teman saya yang akhirnya pindah ke Ilmu Komunikasi pernah bahas masalah ini di YouTube:

Kuliah di program studi yang sesuai minat dan bakat bakal terasa jauh berbeda dengan kuliah di program studi yang dipaksakan. Buktinya, saya baru bisa mental breakdown saat Semester 5 sedangkan dia baru saat awal semester. Saya bisa bayangkan betapa stresnya kalau saya dipaksakan orang tua untuk masuk ke sarjana ekonomi, hukum, akuntansi, biologi, dan sebagainya.

Oh iya, jangan anggap bahwa kuliah itu “tempat untuk belajar” layaknya SMP atau SMA. Untuk bisa menaklukkan kuliah kamu harus belajar, belajar lebih banyak daripada yang diajarkan di kelas. Saya juga yakin kalau sender ini terlalu nyaman untuk lebih fokus pacaran daripada mengejar pendidikan formal. Ya, begitulah…

Semester 6 sampai 8 mau ngapain?

Pertama-tama, saya ingin uninstall LINE. LINE telah memberikan dampak buruk bagi jumlah unread notifications di iPhone saya:

Saya pinjam akun salah satu robot saya biat posting ini karena jumlah unread message nya cukup menarik. 1.337, alias “leet”. Saya sebenarnya juga ingin meninggalkan Discord, WhatsApp, dan Telegram, dan ingin lebih fokus untuk balas pesan via Signal, Marco Polo, dan mungkin bikin aplikasi chatting dan media sosial sendiri.

Lalu, bagi yang belum pernah paham tentang Enrichment Program di BINUS, saya bisa bilang itu sebagai salah satu cikal bakalnya program Kampus Merdeka, di mana 2 semester dipakai untuk mengambil pengalaman via magang, riset, KKN, dan sebagainya. Yang berbeda di sini adalah distribusi SKSnya. Kebetulan, saya memutuskan untuk memilih jalur riset atas berbagai pertimbangan.

Karena semester 6 dan 7 isinya Enrichment Program, dan semester 8 bakal penuh dengan skripsi, ketiga semester ini adalah momen di mana setiap mahasiswa BINUS harus bisa mandiri. Tidak ada kelas seperti biasa, tapi tetap ada tugas dari dosen pembimbing. Semester-semester inilah yang menjadi momen pembuktian, apakah yang “cuman ngikutin materi dari BINUS” akan berhasil?

Berbicara tentang skripsi, dan rencana saya untuk mengambil skripsi langsung di Semester 7, saya sudah menentukan beberapa kandidat topik yang kemungkinan besar akan dikerjakan. Sekarang, saya perlu untuk menyusun waktu dan menentukan apakah skripsi semester 7 adalah hal yang tepat atau bukan.


Akhir kata, kini saya memasuki era yang baru. Terima kasih juga kepada segenap robot saya yang sudah membantu dan memberi semangat saya untuk melewati berbagai perjuangan ini.

Sekian blog saya hari ini. Terima kasih.

Buat akun baru di situs OSS. Lah, passwordnya ✨bocor✨ via email.

OSS (oss.go.id) atau yang dikenal sebagai Online Single Submission adalah sistem pendaftaran dan manajemen perijinan usaha yang dikelola oleh Kementerian Investasi / BKPM Republik Indonesia.

Artinya, kalau mau bikin UMKM baru secara sah/legal, daftarnya langsung dari OSS kan?


Oke, kita bikin akun baru, konfirmasinya pakai email aja deh. Pas pendaftaran sudah selesai, gw malah dikirimin tipikal email yang pasti bakal gw buang dari sejarah per-emailan kita:

Ada yang salah di sini? Perasaan, tadi passwordnya gw masukkin seperti ini:

Password: ••••••••••••••••••••••••••••

Dan yang paling parah password yang harusnya secret ini juga terekspos secara plaintext. Artinya, setiap server email (baik servernya OSS dan juga server email kalian) dapat menyimpan password dan hak akses OSS secara sekejap!

Kok bisa? Coba cari kata $$W0Y$$p455w0rdny4$$B@C@R!!! atau bahkan Password dari payload asli email yang satu ini (beberapa headers disembunyikan):

Content-Type: text/html; charset=us-ascii From: Online Single Submission <noreply15@oss.go.id> Subject: Registrasi Hak Akses Sistem OSS To: alterine@reinhart1010.id Content-Transfer-Encoding: quoted-printable MIME-Version: 1.0 Reply-To: kontak@oss.go.id Content-Length: 15205 <!DOCTYPE html> <html> <head> <meta name=3D"viewport" content=3D"width=3Ddevice-width"> <meta http-equiv=3D"Content-Type" content=3D"text/html; charset=3DUTF-8= "> <title>OSS - Kementerian Investasi/BKPM</title> <style> @media only screen and (max-width: 620px) { table[class=3D"body"] h1 { font-size: 28px !important; margin-bottom: 10px !important; } table[class=3D"body"] p, table[class=3D"body"] ul, table[class=3D"body"] ol, table[class=3D"body"] td, table[class=3D"body"] span, table[class=3D"body"] a { font-size: 16px !important; } table[class=3D"body"] .wrapper, table[class=3D"body"] .article { padding: 15px !important; } table[class=3D"body"] .content { padding: 0 !important; } table[class=3D"body"] .container { padding: 0 !important; width: 100% !important; } table[class=3D"body"] .main { border-left-width: 0 !important; border-radius: 14px 14px 0 0 !important; border-right-width: 0 !important; } table[class=3D"body"] .btn table { width: 100% !important; } table[class=3D"body"] .btn a { width: 100% !important; } table[class=3D"body"] .img-responsive { height: auto !important; max-width: 100% !important; width: auto !important; } } @media all { .ExternalClass { width: 100%; } .ExternalClass, .ExternalClass p, .ExternalClass span, .ExternalClass font, .ExternalClass td, .ExternalClass div { line-height: 100%; } .apple-link a { color: inherit !important; font-family: inherit !important; font-size: inherit !important; font-weight: inherit !important; line-height: inherit !important; text-decoration: none !important; } #MessageViewBody a { color: inherit; text-decoration: none; font-size: inherit; font-family: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; } .btn-primary table td:hover { background-color: #034ea9 !important; } .btn-primary a:hover { background-color: #034ea9 !important; border-color: #034ea9 !important; } } </style> </head> <body class=3D"" style=3D"background-color: #fafafa; font-family: system-= ui, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Helvetica, Arial, sans-serif; -webkit-font-smoothing: antialiased; font-size= : 14px; line-height: 1.6; margin: 0; padding: 0; -ms-text-size-adjust: 100%= ; -webkit-text-size-adjust: 100%; border-bottom: 24px solid #9b1f15;"> <span class=3D"preheader" style=3D"color: transparent; display: none; h= eight: 0; max-height: 0; max-width: 0; opacity: 0; overflow: hidden; mso-hi= de: all; visibility: hidden; width: 0;">Terima kasih <b><span style=3D"colo= r: #034ea9">ALTERINE</span></b> telah melakukan aktivasi.</span> <table role=3D"presentation" border=3D"0" cellpadding=3D"0" cellspacing= =3D"0" class=3D"body" style=3D"border-collapse: separate; mso-table-lspace:= 0pt; mso-table-rspace: 0pt; background-color: #fafafa; width: 100%;" width= =3D"100%" bgcolor=3D"#fafafa"> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size: 14px; vertical-ali= gn: top;" valign=3D"top">&nbsp;</td> <td class=3D"container" style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top; display: block; max-width: 650px; padding: 20p= x; margin: 0 auto;" valign=3D"top"> <div class=3D"content" style=3D"box-sizing: border-box; display: = block; margin: 0 auto; max-width: 650px; padding: 20px;"> <!-- START HEADER --> <div class=3D"header"> <table role=3D"presentation" border=3D"0" cellpadding=3D"0" c= ellspacing=3D"0" style=3D"border-collapse: separate; mso-table-lspace: 0pt;= mso-table-rspace: 0pt; width: 100%;" width=3D"100%"> <tr> <td class=3D"content-block" style=3D"font-family: sans-se= rif; font-size: 14px; vertical-align: top; padding-bottom: 10px; padding-to= p: 10px;" valign=3D"top"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/logo_oss_new= .png" alt=3D"OSS" height=3D"55" border=3D"0" style=3D"-ms-interpolation-mod= e: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: none; text-decoration: non= e; display: block; margin-bottom: 20px;"> </td> </tr> </table> </div> <!-- END HEADER --> <!-- START CENTERED WHITE CONTAINER --> <table role=3D"presentation" class=3D"main" style=3D"border-col= lapse: separate; mso-table-lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt; background: = #ffffff; border-radius: 24px; width: 100%; box-shadow: 0px 0px 22px rgba(0,= 0, 0, 0.1); border: 1px solid #EEEEEE;" width=3D"100%"> <!-- START MAIN CONTENT AREA --> <tr> <td class=3D"wrapper" style=3D"font-family: sans-serif; fon= t-size: 14px; vertical-align: top; box-sizing: border-box; padding: 35px;" = valign=3D"top"> <table role=3D"presentation" border=3D"0" cellpadding=3D"= 0" cellspacing=3D"0" style=3D"border-collapse: separate; mso-table-lspace: = 0pt; mso-table-rspace: 0pt; width: 100%;" width=3D"100%"> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size: 14px= ; vertical-align: top;" valign=3D"top"> <table cellspacing=3D"5px" cellpadding=3D"0" style= =3D"border-collapse: separate; mso-table-lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt= ; width: 100%;" width=3D"100%"> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> Terima kasih<b><span style=3D"color: #034ea9"= > ALTERINE </span></b>telah melakukan aktivasi. </td> </tr> </table> <table role=3D"presentation" border=3D"0" cellspaci= ng=3D"5px" cellpadding=3D"0" style=3D"border-collapse: separate; mso-table-= lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt; width: 100%; margin-top: 16px; margin-b= ottom: 16px;" width=3D"100%"> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top; background-color: #f7f7f7; padding: 12px 30px;= border-radius: 24px 0 0 24px;" bgcolor=3D"#f7f7f7" valign=3D"top"> Username </td> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top; background-color: #f7f7f7; padding: 12px 30px;= border-radius: 0 22px 22px 0;" bgcolor=3D"#f7f7f7" valign=3D"top"> <b>alterine01013102022y</b> </td> </tr> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top; background-color: #f7f7f7; padding: 12px 30px;= border-radius: 24px 0 0 24px;" bgcolor=3D"#f7f7f7" valign=3D"top"> Password </td> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top; background-color: #f7f7f7; padding: 12px 30px;= border-radius: 0 22px 22px 0;" bgcolor=3D"#f7f7f7" valign=3D"top"> <b>$$W0Y$$p455w0rdny4$$B@C@R!!!</b> </td> </tr> </table> <table cellspacing=3D"5px" cellpadding=3D"0" style= =3D"border-collapse: separate; mso-table-lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt= ; width: 100%;" width=3D"100%"> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> Silakan login pada sistem <a href=3D"https://ui-login.oss.go.id/login/"= target=3D"_blank" style=3D"color: #034ea9; text-decoration: none;">Online = Single Submission (OSS)</a> dengan menggunakan username dan password di a= tas. Untuk mengetahui tata cara pengajuan Perizina= n Berusaha, klik <a href=3D"http://oss.go.id/" style=3D"text-d= ecoration: underline; color: #034ea9;">tautan ini</a>. </td> </tr> </table> <table style=3D"border-collapse: separate; mso-tabl= e-lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt; width: 100%; margin-top: 14px;" width= =3D"100%"> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> Jika anda tidak melanjutkan proses pengajuan Perizinan Berusaha dalam jangka waktu 30 (tig= a puluh) hari, maka sistem akan membatalkan hak akses Anda secara otomatis. </td> </tr> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> <br><b>Salam,</b><br>Lembaga OSS - Kementeria= n Investasi/BKPM </td> </tr> <tr> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"><hr style=3D"border: 0; border= -bottom: 1px solid #e6e7e8; margin: 24px 0;"></td> </tr> </table> <table style=3D"border-collapse: separate; mso-tabl= e-lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt; width: 100%;" width=3D"100%"> <tr> <td width=3D"50" style=3D"font-family: sans-ser= if; font-size: 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/ic= on_whatsapp.png" alt=3D"OSS" width=3D"36" height=3D"36" border=3D"0" style= =3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: n= one; text-decoration: none; display: inline-block; vertical-align: middle; = margin: 4px 0;"> </td> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: middle;" valign=3D"middle">+628116774642</td> </tr> <tr> <td width=3D"50" style=3D"font-family: sans-ser= if; font-size: 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/ic= on_message.png" alt=3D"OSS" width=3D"36" height=3D"36" border=3D"0" style= =3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: n= one; text-decoration: none; display: inline-block; vertical-align: middle; = margin: 4px 0;"> </td> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: middle;" valign=3D"middle"> kontak@oss.go.id </td> </tr> <tr> <td width=3D"50" style=3D"font-family: sans-ser= if; font-size: 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/ic= on_location.png" alt=3D"OSS" width=3D"36" height=3D"36" border=3D"0" style= =3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: n= one; text-decoration: none; display: inline-block; vertical-align: middle; = margin: 4px 0;"> </td> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size= : 14px; vertical-align: middle;" valign=3D"middle"> Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 44<br> Jakarta 12190<br> Indonesia </td> </tr> </table> <table style=3D"border-collapse: separate; mso-tabl= e-lspace: 0pt; mso-table-rspace: 0pt; width: 100%; margin-top: 24px;" width= =3D"100%"> <tr> <td align=3D"center" style=3D"font-family: sans= -serif; font-size: 14px; vertical-align: top;" valign=3D"top"> <a href=3D"https://www.instagram.com/oss.go.i= d/" target=3D"_blank" style=3D"color: #034ea9; text-decoration: none; margi= n: 0 2px;"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/= icon_instagram.png" alt=3D"OSS" width=3D"32" height=3D"32" border=3D"0" sty= le=3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline:= none; text-decoration: none; display: inline-block;"> </a> <a href=3D"https://www.facebook.com/OSS-Indon= esia-109055061289447" target=3D"_blank" style=3D"color: #034ea9; text-decor= ation: none; margin: 0 2px;"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/= icon_facebook.png" alt=3D"OSS" width=3D"32" height=3D"32" border=3D"0" styl= e=3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: = none; text-decoration: none; display: inline-block;"> </a> <a href=3D"https://twitter.com/OSS_id" target= =3D"_blank" style=3D"color: #034ea9; text-decoration: none; margin: 0 2px;"= > <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/= icon_twitter.png" alt=3D"OSS" width=3D"32" height=3D"32" border=3D"0" style= =3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: n= one; text-decoration: none; display: inline-block;"> </a> <a href=3D"https://www.youtube.com/channel/UC= NNpwT4AJJGNbHytdB5iNgA" target=3D"_blank" style=3D"color: #034ea9; text-dec= oration: none; margin: 0 2px;"> <img src=3D"https://oss.go.id/email-assets/= icon_youtube.png" alt=3D"OSS" width=3D"32" height=3D"32" border=3D"0" style= =3D"-ms-interpolation-mode: bicubic; max-width: 100%; border: 0; outline: n= one; text-decoration: none; display: inline-block;"> </a> </td> </tr> </table> </td> </tr> </table> </td> </tr> <!-- END MAIN CONTENT AREA --> </table> <!-- END CENTERED WHITE CONTAINER --> </div> </td> <td style=3D"font-family: sans-serif; font-size: 14px; vertical-ali= gn: top;" valign=3D"top">&nbsp;</td> </tr> </table> </body> </html>
Code language: HTML, XML (xml)

Kalau kamu adalah robot yang setia membaca email dan HTML, kalian bisa langsung mengekstrak password yang sama dengan:

  1. Cek apa pengirimnya dari alamat email OSS (regexin aja /<noreply\d+@oss.go.id>/),
  2. Parse HTML
  3. Cari <table> yang ke-5,
  4. Untuk masing-masing <tr> ekstrak <td> yang ke-1

Dan kalau kamu adalah robot yang bekerja di balik Gmail, Yahoo! Mail, Outlook.com dan lainnya, selamat! Kamu mendapatkan 🎫 tiket emas untuk membocorkan data login jutaan UMKM dan perusahaan yang mendaftarkan diri di OSS🤘


Meanwhile…

Pertama-tama, Reinhart akhirnya punya NPWP 3 minggu sebelum si Ghozali punya juga. Good, biar akun @reinhart1010 ga disemprit sama akun @DitjenPajakRI di Twitter.

Lalu, kita memang lagi diskusi untuk bikin perusahaan baru. Mungkin namanya PT. Satu Orang Saja, bisa juga yang lain. Tujuan awalnya sih biar kita bisa gabungin produk/website seperti BINUS Today ke sistem pembayaran (payment gateway) seperti Midtrans. Tapi, setelah dipikir-pikir, mantul juga ya kalau kita bisa bikin perusahaan yang 90% di-manage sama kita. Eh, maksudnya, para robot tercinta! 🦾

Update 31/1/2022

Data pribadi Indonesia bukan bocor, tapi open source.

Resolusi Tahun 2022

  1. Masuk LINE TODAY
  2. Lebih dari 2,000 contributions di GitHub
  3. Bikin 1 aplikasi baru tiap bulan
  4. Lulus MSJ 1 & 2
  5. Langsung ngegas skripsi (sidang @ Semester 7)
  6. Ngajakin lebih banyak orang pergi ke CG (Note: bukan restoran Common Grounds)
  7. Punya Shiftine di kehidupan nyata ⬆️ 🤟 🔥

I Love My Bible: Karena Tuhan mencintai yang namanya batasan.

Catatan: Artikel ini merupakan bagian dari program renungan dan gerakan membaca Alkitab setiap hari oleh Gereja Mawar Sharon (GMS) bernama I Love My Bible. Anda dapat mengikuti program ini melalui aplikasi GMS Church yang tersedia di App Store dan Google Play Store.

Seluruh isi artikel ini ditulis secara langsung oleh Reinhart dan tidak mewakili pendapat secara langsung dari Gereja Mawar Sharon.

Ayat Bacaan

Kejadian 2 (seluruh pasal)

Ayat Rhema Hari Ini

  1. Kejadian 2:2-3
  2. Kejadian 2:16-17
  3. Kejadian 2:18

Renunganku

Ada dua kejadian di dalam pasal kedua dalam kitab Kejadian ini. Wah, kata-katanya menarik ya. Namun kedua perikop ini, di mana Tuhan menyelesaikan segala proses penciptaan bumi dan di saat Tuhan membentuk Adam sebagai manusia pertama, kita melihat ada batasan yang dibuat oleh Tuhan.

Batasan pertama dapat dilihat dari ayat kedua dan ketiga:

“Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Kejadian‬ ‭2:2-3‬ ‭TB‬‬

Di dalam “kejadian” yang pertama ini kita melihat ada tiga kata kunci, yaitu berhenti, memberkati, dan menguduskan. Tapi sebentar, sebelum membahas lebih dalam tentang ini, Tuhan juga memberikan batasan bagi Adam dan para manusia untuk tidak memakan buah dari pohon-pohon tertentu. Dan bahkan, Tuhan berkata bahwa tidaklah baik jika seorang manusia bekerja dan melakukan seluruh aktivitas dengan diri sendiri.

Ketiga hal ini berbicara tentang batasan. Kalau Tuhan membatasi manusia untuk melakukan hal tertentu, mungkin itu terlihat wajar saja. Tapi, mengapa Tuhan juga mau untuk membatasi dirinya?

“Hari ketujuh” inilah yang juga mendasari adanya tradisi bernama hari Sabat, hari di mana bangsa Israel berhenti dari segala pekerjaannya. Jika dilihat dari Keluaran 20:8-11 (tentang kesepuluh perintah Allah), alasan di balik hari spesial itu ya, ini!

“Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”

Keluaran‬ ‭20:11‬ ‭TB‬‬

Jika kita bandingkan dengan renungan hari sebelumnya, yaitu tentang proses, pembatasan ternyata masih memiliki hubungan yang erat dengan proses. Misalnya, pada hari pertama, Tuhan membatasi dirinya untuk melakukan apa yang menurut-Nya baik dilakukan pada hari-hari berikutnya. Tuhan ternyata tahu, ia harus membatasi dirinya agar setiap tahap dalam proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan sempurna. Dan karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan-Nya, kita seharusnya patut dengan batasan-batasan yang Tuhan berikan. Namun, sayangnya, Adam dan Hawa kemudian melanggarnya.

Aplikasi

Dunia akhir-akhir ini semakin melupakan yang namanya batasan, serta sikap untuk berhenti, bersyukur, dan menguduskan. Saya sebelumnya pernah merenungkan ini bersama-sama dengan Wahyu 13 yang bercerita tentang bilangan 666 itu:

“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Wahyu‬ ‭13:18‬ ‭TB‬‬

Saya tahu bahwa tidak semua orang Kristen mempercayai hubungan antara kitab Wahyu dengan akhir zaman, salah satunya dengan alasan “kitab Wahyu sudah tergenapi dengan pembantaian umat Kristen dalam era kekaisaran Nero”. Bahkan nama Ibrani dari Kaisar Nero, jika dihitung dengan metode gematria, hasilnya sangat sesuai dengan angka 666 tersebut.

Dan iya, angka 6 juga sering dikaitkan dengan rencana setan untuk membinasakan manusia, karena manusia diciptakan pada hari keenam. Tapi, saya waktu itu melihat ada maksud lain dari angka 6 di dalam 666. Bukan tentang hari keenam, namun:

  1. Adanya ketidaksempurnaan (bilangan 7 dianggap sebagai bilangan sempurna karena Tuhan berhenti dari hari ketujuh), dan
  2. Karena 6 dari 7 hari telah digunakan Tuhan untuk bekerja, sehingga 6 melambangkan intuisi untuk bekerja tanpa batas, sehingga melupakan Sabat.

Harapan/Doaku

Nah iya, dunia semakin hari semakin melupakan yang namanya Sabat. Dan kita harus kembali mengingatkan bahwa pembatasan dan Sabat itu baik. Mungkin Anda sudah muak dengan teguran seperti “Jangan main game terus-terusan”,”Jangan makan atau minum terlalu banyak gula”, dan “Jangan terlalu sedikit minum air.” Semua batasan-batasan ini baik adanya, dan kita harus mensyukuri karena Tuhan masih memberikan batasan bagi kita, dan bahkan Ia membatasi dirinya demi kebaikan kita bersama.

I Love My Bible: Karena Tuhan mencintai yang namanya proses.

Catatan: Artikel ini merupakan bagian dari program renungan dan gerakan membaca Alkitab setiap hari oleh Gereja Mawar Sharon (GMS) bernama I Love My Bible. Anda dapat mengikuti program ini melalui aplikasi GMS Church yang tersedia di App Store dan Google Play Store.

Seluruh isi artikel ini ditulis secara langsung oleh Reinhart dan tidak mewakili pendapat secara langsung dari Gereja Mawar Sharon.

Ayat Bacaan

Kejadian 1 (seluruh pasal)

Ayat Rhema Hari Ini

Sebenarnya, tak ada ayat-ayat spesifik yang menjadi rhema saya hari ini. Karena setiap ayat dalam pasal ini sangat berharga bagi saya.

Renunganku

Coba, pernahkah Anda berpikir mengapa Tuhan menciptakan bumi dan seluruh isinya dalam 6 hari. Padahal, sebenarnya Ia sanggup untuk melakukannya dalam sekejap. Mengapa ya, manusia baru diciptakan pada hari terakhir, sedangkan hewan-hewan dan tumbuhan diciptakan terlebih dahulu.

Bahkan, jika kita lihat lebih dalam lagi tentang Alkitab ini, mengapa ya Tuhan memperkenankan bangsa Israel untuk tersesat di padang gurun selama 40 tahun, padahal perjalanan dari Mesir ke tanah Kanaan seharusnya tak selama itu. Atau, mengapa Tuhan Yesus tidak langsung lahir dalam era pembuangan bangsa Israel untuk memulihkannya.

Melalui pasal ini kita dapat melihat bahwa Allah kita memang menghendaki dan mencintai yang namanya proses. Dan kalau kita lihat, tanaman-tanaman di sekitar kita tidak akan tumbuh tanpa cahaya, udara, dan daratan (atau lautan bagi tanaman akuatik). Karena itu, Tuhan kita memang mempersiapkan terlebih dahulu apa saja yang diperlukan oleh tanaman tersebut, atau bahkan kita sendiri, untuk bertumbuh dan berbuah.

Selain dalam kitab ini, Alkitab juga mengajarkan pentingnya proses melalui Lukas 16:10-18 (Setiap dalam perkara kecil), Lukas 19:11-27 (Perumpamaan tentang uang mina), serta Pengkhotbah 3 (Untuk segala sesuatu ada waktunya). Dan ternyata, inti dari seluruh isi Alkitab ini adalah proses-proses yang diijinkan Tuhan untuk mempersiapkan dan menyelamatkan manusia hingga pada akhir zaman.

Aplikasi

Karena itu, hargailah proses. Karena setiap proses yang kita hadapi memang diijinkan Tuhan agar selain dapat meraih tujuan-tujuan kita bersama Tuhan, kita juga dapat dipersiapkan secara matang untuk meraihnya.

Harapan/Doaku

Saya berharap agar setiap orang semakin menyadari dan menghargai tentang proses, apalagi dalam era yang serba instan ini. Jangan sampai ke-instanan tersebut menjerumuskan kita ke dalam dosa, misalnya dengan membohongi orang atau menyontek.