Lokasi favoritmu kini bisa dibuka di aplikasi favorit mereka!

Hari ini kami dengan bangga meluncurkan situs maps.reinhart1010.id di mana Anda dapat berbagi lokasi yang kemudian dapat dibuka di aplikasi peta favorit mereka.

Ya, situs ini adalah buat kamu yang keseringan sharing link Waze ke keluarga yang lebih familiar dengan Google Maps dan sebaliknya!


Aplikasi ini sebenarnya adalah aplikasi pertama yang dibangun menggunakan Remix, Cloudflare Pages dan Workers, serta tema Konsta UI untuk React.

Aplikasi ini juga yang menjadi yang kedua untuk menggunakan Mapbox dan pertama untuk memakai Cloudflare R2 (serupa Amazon S3) serta hCaptcha untuk membangun layanan url de-shortening sendiri.

Ide di balik aplikasi ini sebenarnya sudah lama muncul sejak 2019 di mana kami memutuskan untuk membangun aplikasi Food Navigator. Di Food Navigator, Anda bisa melihat berbagai restoran dan kafe di aplikasi-aplikasi peta kesayangan kamu, bahkan bisa sekalian nge-GoFood dan GrabFood!

📌 Kirim lokasi baru

Untuk mengirim lokasi baru, Anda cukup mengisi data-data yang diperlukan di situs https://maps.reinhart1010.id/. Namun jika Anda terlalu malas untuk menulis angka-angka koordinat, Anda juga bisa copy-paste link dari aplikasi Anda ke sini!

Tenang, kok, aplikasi ini mendukung banyak format URL dan koordinat termasuk yang dipakai secara mayoritas!

👋 Saat menerima lokasi…

Kamu hanya cukup memilih aplikasi yang kamu inginkan. Oh iya, kamu juga sekalian bisa atur daftar aplikasi favorit jadi kamu tidak perlu mengklik ulang menu More apps and websites… lagi!

Surat Pengunduran Diri.

Sehubungan dengan adanya kontroversi dan konflik kepentingan terkait penerapan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 10 Tahun 2021, tentang perubahan atas Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik Lingkup Privat;

Saya memutuskan untuk berhenti dan mengurungkan seluruh niat untuk membangun aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan koneksi Internet, alias online-first. Iya, ini semua termasuk aplikasi-aplikasi superapp dan penengah*, yang kerap mengklaim dirinya sebagai penggerak perekonomian bangsa dan juga yang selalu disponsori besar-besaran oleh pemerintah melalui Gerakan 1000 Startup Digital.

Gojek yang juga mengklaim dirinya sebagai aplikasi penengah.

Dalam kasus ini, proyek ASEAN Entrepreneurship Profiling (AEP Mobile) akan menjadi proyek terakhir saya dalam mengembangkan aplikasi berbasis jaringan Internet. Setelah itu, jika kondisi regulasi Internet dan ruang siber Indonesia masih memburuk, saya tetap akan mengurungkan seluruh niat sampai waktu yang tidak ditentukan.

Beberapa aplikasi penengah yang disponsori oleh Gerakan 1000 Startup Digital Indonesia.

Saya akan kembali fokus memproduksi buah di kebun yang lama, salah satu kebun yang sudah ditinggalkan masyarakat demi kebun yang terlihat menghasilkan lebih banyak buah, berkat pupuk viral dan pupuk ternama dari para pengiklan dan modal ventura.

Poundland! Everything’s £1!!! (Edward Hands, CC BY-SA 4.0)

Saya akan tetap berjuang mewujudkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang lebih baik bagi Indonesia, namun dengan cara konvensional yang kini sebenarnya sudah tidak konvensional lagi. Hampir setiap aplikasi unggulan karya anak bangsa yang dirilis sejak 5 tahun terakhir selalu menyematkan fitur-fitur wajib seperti sign up dan log in (SULI), karena itu mereka sudah menjadi hal yang sangat konvensional bagi mata dan diri saya sendiri.

Salah satu kampanye promosi buah hasil ladang lama yang konon dikatakan konvensional.

Dan satu lagi, saya tetap memutuskan untuk menolak Web3 dan mencari alternatif solusi yang lebih baik, seperti Web0. Saya sangat ingin agar setiap produk dan inovasi yang akan saya kembangkan selama 2 tahun ke depan dapat dinikmati oleh siapapun, tanpa perlu khawatir akan gejolak kurs asing dan memahami jargon-jargon kriptografi yang cukup banyak. Toh Alice awalnya cuman mau kirim pesan aja ke si Bob, ga mikirin tentang konsensus, EVM, PoW, dan PoS…

Akhir kata, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala penawaran dan kesempatan kerjasama yang telah Anda dan kalian semua berikan sejak 3 tahun terakhir. Namun, sebagai Anak IT pertama di Indonesia saya kini harus berhadapan dengan misi-misi dan masalah-masalah baru di Indonesia.

Indomaret Villa Bintaro Regency (VulcanSphere, CC BY 4.0)

*Aplikasi penengah adalah aplikasi yang berambisi untuk menjadi penegah bagi kehidupan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Misalnya Tiket.com dan Traveloka yang ingin menjadi penengah segala keinginan perjalanan dan pariwisata, PeduliLindungi yang merupakan penengah kontrol sosial masyarakat selama pandemi dan seterusnya, HappyFresh dan Segari yang ingin menjadi penengah kebutuhan belanja bahan pokok masyarakat, dan Octopus yang berambisi menjadi penengah solusi pengolahan sampah di Indonesia.

Koperasi Indiehacker Indonesia: Sebuah Proposal

Saya sebelumnya mengumumkan untuk mendirikan perusahaan baru bernama (#_ ). (#_ ) adalah perusahaan Indonesia pertama yang hanya terdiri atas satu manusia dan robot sebagai mayoritas pekerja. Tentunya, masih banyak orang yang menertawakan pengumuman saya:

  • Masa nama perusahaannya (#_ )?
  • \(#_ )/
  • Kebanyakan main Cyberpunk 2077 dan Universal Paperclips ya?
  • Kalau pendirian PT kan minimum 2 orang (kecuali Perseroan Perseorangan per omnibus law), emang yakin bisa tahan sendiri?
  • Pemisahan modal pribadi dan usaha bagaimana nih?

Dan ternyata, saya tak sendirian. Ada juga beberapa indiehacker di Indonesia yang sama-sama memiliki keinginan untuk mendirikan perusahaan sendiri, termasuk salah seorang pengguna di situs forum Pembangun.net:

Kenapa saya tanya begini? Karena ada beberapa hipotesis (tanpa dasar valid) dari saya:

+ Orang Indonesia cenderung susah keluar uang untuk layanan online (meskipun 3-4 tahun belakangan, nggak juga sih).

+ Orang Indonesia (mungkin) kurang percaya kepada sebuah layanan tanpa badan hukum yang sah (PT, CV) apalagi jika layanan tersebut menyasar ke pengguna di area bisnis.

Aji Pratama (@atamasite)

Karena itu, dengan ini saya menawarkan untuk membangun dan mempelopori sebuah koperasi yang menaungi berbagai indiehacker di Indonesia, termasuk mereka yang baru saja ingin belajar mengembangkan layanan dan aplikasi di masa mudanya.

Ya. Koperasi.

Mengapa koperasi?

Sebelum saya lanjut, saya yakin Anda masih melihat betapa banyaknya koperasi di Indonesia yang berujung di tempat-tempat seperti ini:

Sumber: http://kopsms.blogspot.com/
Sumber: http://ajengaf.blogspot.com/2013/10/beberapa-koperasi-yang-ada-di-bogor-dan.html
Sumber: https://blog.indonetwork.co.id/hingga-2017-jumlah-koperasi-dan-umkm-di-surabaya-tumbuh-pesat/

Ya, ujung-ujungnya jualan di pasar, kios, pujasera (food court), dan sebagainya. Ada pula koperasi yang menyediakan toko sendiri seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa UNESA ini:

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/pzimr5370/geliat-kopma-menangkap-peluang-tren-digital

Ya, toko-toko dan food court tersebutlah yang menjadi salah satu inspirasi di balik konsep koperasi indiehacker ini. Mereka bahkan sama-sama menggunakan infrastruktur (misal: tempat dagang, mesin EDC, rekening QRIS) yang sama untuk maju bersama.

Sekarang, bagaimana jika kita dapat membangun sebuah komunitas usaha yang memiliki fasilitas:

  • Lisensi Apple Developer Account untuk publikasi aplikasi ke App Store?
  • Penyewaan perangkat komputer untuk pengembangan aplikasi, CI/CD, bahkan menjalankan SaaS yang Anda bangun?
  • Integrasi payment gateway bersama sehingga Anda tidak perlu lagi untuk menunggu pendaftaran payment gateway untuk memonetisasi SaaS dan aplikasi Anda?
  • Pendanaan untuk keberlangsungan proyek open source Anda, seperti apa yang telah saya lakukan dalam HAM (tema wiki berbasis Jekyll)?

Dan di mana anggotanya dapat lebih berfokus mengembangkan produk-produk baru tanpa harus selalu berurusan dengan urusan legal termasuk pendirian perusahaan, pemisahan modal, sertifikasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kominfo, perpajakan, dan sebagainya.


Jika Anda tertarik untuk bergabung atau bertanya-tanya tentang konsep koperasi ini, Anda dapat menghubungi saya via Twitter (@reinhart1010) atau via email ke reinhart@reinhart1010.id.

Saya optimis gerakan ini dapat membawa perubahan dalam industri aplikasi, SaaS, koperasi, dan bahkan UMKM di Indonesia. Di saat banyak perusahaan besar mendirikan solusi SaaS bagi para UMKM, kita mempelopori gerakan UMKM yang bergerak dalam bidang SaaS. Apalagi, jika kita sama-sama lebih berfokus untuk keberlangsungan aplikasi dan layanan yang kita kembangkan daripada sekadar menghasilkan uang yang banyak.